Oke kita lanjut lagi setelah dari Makam Raden Panji Margono...

Perjalanan dimulai sekitar pukul 10.35 meninggalkan Dorokandang menuju ke Jalan Raya Lasem, menuju ke timur perlahan merayap mengikuti alur, lalu setelah sampai di Depan BNI Lasem belok ke selatan tepatnya ke Jalan Nyah Waloh desa Karangturi melintasi Kampoeng Lampion lalu belok ke Timur melintasi depan Rumah Oma Opa dan 'jablas lurus' ke Perempatan Cap Jago, kemudian belok ke kanan ke selatan sodara-sodara (wiyah ganthane koyok pemnadu sirkuit balapan :D #LasemLingua) tepatnya melintasi Jalan Eyang Sambu. Merambat terus perlahan namun pasti, sampai di kompleks Makam desa Pohlandak bertolak ke kiri menuju desa Warugunung lewat jalur selatan dan sampai di pertiagaan dekat jalan setapak menuju lereng Gunung Bugel tepatnya menuju tempat terakhir di Napak Tilas Pejuang Perang Lasem edisi tahun 2013.
Setelah memarkirkan motor di warung kopi terdekat, kami sedikit melakukan pembekalan sebelum mendaki lereng Gunung Bugel. Dengan semangat yang tak kenal lelah namun capek (wakakak podho ae cah), kami yang masih sanggup mendaki langsung saja menuju ke spot terakhir. Manakah itu???? (tanykan peta, tanyakan peta - korban Film Dora :D)
Yap, Makam Raden Ngabehi Tumenggung Widyaningrat / Oei Ing Kiat. Beliau adalah satu-satunya adipati Lasem yang berdarah Tionghoa dan beliau adalah Tionghoa Muslim. Jadi kalau Anda juga seorang muslim dan ingin menahlilkan atau meyasini, silakan. Oei Ing Kiat juga merupakan salah satu Pahlawan Lasem yang memimpin Laskar Pasukan China (Tionghoa) dalam Perang Lasem. Ia adalah salah satu dari 3 Serangkai bersama saudara angkatnya R.M.Panji Margono dan Babah Tan Kee Wi yang ketiga tokoh ini sangat legendaris dan berbahaya bagi musuh-musuhnya.
Perjalanan kali ini sungguh melelahkan dan menguras tenaga ditambah cuaca Area Kota Lasem di siang hari yang terik panas membara (wuuuuiiihhhhh... bosone ngeri ngerong :D).
Bahkan banyak yang bersandar dibawah pohon jati dan jambu mente dengan membawa kipas dari jaun jati yang kering berserakan di sekitar area makam. Setelah agak pulih tenaga kami, dilanjutkan dengan penjelasan dari FOKMAS mengenai area yang kami kunjungi kali ini. Di area ini terdapat 2 bangunan makam, yaitu keramik biru-hijau adalah Makam Oei Ing Kiat yang terlihat di samping ini. Sembari masih melepas lelah, kami sharing-sharing masalah Lasem dan tanya-jawab urun-rembug pun seru antara pihak Fokmas, Pelajar, Guru, Mahasiswa, bos LB (toko LautBonang), maupun masyarakat. Bahkan diantara kami ada yang nyeletuk, "Kalau sudah di atas sini, rasanya ogah untuk turun. Masih betah melepas lelah di sini (karena sangking panasnya)". Usai agak lama di sana, kami pun akhirnya turun ke bawah dan ditraktir es oleh bos LB di warung tempat parkir motor di bawah. Selesai sudah perjalanan Napak Tilas Pejuang Perang Lasem edisi Lasem Fest 2013 ini.Tanpa kita sadari, banyak ilmu yang kita dapat dan itu sangat penting bagi kita khususnya Wong Lasem.
[gss]
Dari Lasem, salam kami untuk Dunia
Lasem Creative Heritage Society

.jpg)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar