Senin, 14 Oktober 2013

LasemFest Hari Pertama - Napak Tilas Pejuang Perang Lasem (2)

Nah.... lanjut meneh iki cah.
Setelah panas-panasan berkunjung ke Makam Tan Sin Ko, pukul 10.17 pasukan laskar Napak Tilas Pejuang Perang Lasem sudah sampai di titik kedua, yaitu di Makam R.M. Panji Margono, putra  Raden Mas Panji Sasongko, Adipati TejakusumaV (Adipati Lasem kelima).


Masih sama tempatnya di desa ujung barat Lasem, Desa Dorokandang, namun lokasi tepatnya ada di Dukuh Sambong (utara desa Dorokandang). Pacinta Lasem pasti sudah tahu siapa beliau, kan? Nah sip! Beliau adalah Pahlawan Terkenal dari Lasem bersama 2 saudara angkatnya (Raden Ngabehi Tumenggung Widyaningrat/Oei Ing Kiat dan Babah Tan Kee Wi).

Raden Mas Panji Margono ini memimpin Perang Pecinan/Perang Kuning/Perang Lasem I (1740-1743) dan Perang Gada Walik/Perang Kuning II/Perang Lasem II (Agustus 1750) dengan pasukan pribumi Jawa Lasem yang dipimpinnya yang disebut Laskar Nayasentika . Walaupun beliau keturunan ningrat, beliau tidak mau jadi Adipati Lasem dan memilih untuk hidup 'namur kawula' ditengah-tengah masyarakat. Ketika itu sungai Lasem (Sungai Babagan atau jaman dulu disebut Sungai Paturen) dibendung dan ditinggikan sebelah timur, jadi air sungai bisa mengucuri lahan sebelah barat yaitu Babagan dan Dorokandang, desa yang beliau tinggali. Dari keadaan hidup di tengah-tengah masyarakat inilah justru mendidik mental beliau menjadi pejuang yang tangguh. Raden Mas Panji Margono mempunyai 2 ajudan setia, makamnya terletak di samping makam beliau dan satunya lagi di dekat Sungai Kaeringan (orang sekitar sering menyebutnya Makam Mbah Sedandang, karena semasa hidupnya beliau adalah penjual dandang).


Ketika perang, beliau tertembak meriam di lambungnya dan ketika itu beliau tertembak (duooorrrrr) di daerah Karangpace. Jasad beliau yang penuh luka dan darahnya bercucuran ini (getihe muncrat-muncrat ngalir) dilarikan oleh ajudan-ajudannya ke Dorokandang.

Sebelum beliau gugur, beliau berpesan agar makamnya disamarkan dan dibuat seangker mungkin, namun makamnya boleh diperlihatkan kalau VOC sudah pergi dari Jawa (maksudnya, setelah perang sudah usai). Nah loh??? Lalu bagaimana tahu makam beliau??? Ngene leh critane (#LasemStyle :D), para pengikut setia beliau sudah tahu dimana letak makam R.M.Panji Margono, tandanya adalah di dukuh Sambong dan dibawah Pohon Trenggulun. Namun sepeninggalan wafatnya beliau, keluarganya (anak dan istri) diungsikan di dukuh Narukan, Dorokandang.

Nah itulah situs Kedua yang dikunjungi, selanjutnya ada di postingan berikutnya....
(bersambung meneh iki cah)
[gss]

Dari Lasem, salam kami untuk Dunia.
Lasem Creative Heritage Society

Tidak ada komentar:

Posting Komentar