Bagi yang sering mantengin akun twitternya LCHS Pusat (@PemudaLasem) atau para pengurusnya dan akun resmi LasemFest (@festivallasem) pasti udah pada tahu, kalo Ahad 13 Oktober 2013 udah mulai acara Festival Lasemnya.
Nah, acara pertamanya tadi itu Napak Tilas Pejuang Perang Lasem. Yang hadir buanyak banget, dari kalangan pelajar, organisasi, mahasiswa, jurnalis, bahkan turis luar kota pun hadir. Pembekalannya di Kantor Polisi (Polsek) Lasem pukul 09.20 WIL (Waktu Indonesia bagian Lasem #wkwkwk). Pembukaan dipimpin oleh Pak Yon (anggota FOKMAS Lasem) dan dengan sambutan dari Kapolsek Lasem. Lalu sekitar pukul 09.35 WIL para peserta berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing (wuih... bosone cah :D) dan pukul 09.40 berangkat dari Polsek Lasem diiringi pak Pulisi (Polsek maksudku lur) menuju ke Desa Dorokandang bagian Tenggara, tepatnya di sawah Narukan (ape macul tah ngarit, cah? #LasemLingua wkwkwk) lebih pasnya lagi kunjungan "PERTAMA" di acara ini adalah di Makam Tan Sin Ko (wong-wong kene nyeluke Bong Singseh ngono #hehe ), pukul 09.58 sampai Bong Singseh .
Cerito sithik yo cah, Tan Sin Ko itu adalah orang Tionghoa Lasem yang ikut berperang melawan VOC. Makamnya gak lazim kayak makam-makam orang Tionghoa umumnya, soalnya makam ini "menghadap ke Gunung Lasem (menghadap Timur)", padahal makam menghadap gunung adalah pamali bagi warga China. Tan Sin Ko itu salah satu Panglima Perang dan sahabat dari Raden Mas Said (Amangkurat V) yang tewas dalam Perang Kuning (1740-1743) melawan VOC. Makam ini baru diketahui keberadaannya pada hari Kamis (4/4). Beliau saat ini statusnya sedang diajukan sebagai PAHLAWAN NASIONAL. Keren kaaannnnn!!!!! Lasem juga Punya loh...
Penemuan makam ini berawal saat Pawala (Paguyuban Warga lasem) Jakarta, membuat Monumen Perang Lasem di TMII (keren kan Lasem udah sampai TMII). Saat itu, ketua Pawala mengakui mendapat masukan dari Darajadi (Penulis buku Geger Pecinan 1740-1743) untuk mencari makam salah satu Panglima Perang (Tan Sin Ko). Tan Sin Ko berperang di Demak, Grobogan, Welahan, Pati, Kudus, Juwana, dan Lasem. Beliau gugur dipenggal di Lasem tahun 1742 dan kepalanya dibawa sang Pemenggal (budal asal bali) dan diserahkan kepada Panglima Operasi Kompeni Kaptain N Steinmetz di Semarang. Sebagian namun yakin bahwa pemenggal adalah warga Jawa bernama Slamet.Jadi..... Makam ini adalah jasad Tan Sin Ko tanpa Kepala. Wow!
Pencarian makam ini tidak mudah lho, karena harus mencocokkan hasil penelitian dari Pawala, FOKMAS, dan Pihak dari Mangkunegaran yang punya data-datanya. ..
(Foto di atas menunjukkan keadaan Bong Singseh saat pertama kali di identifikasi)
Dari ulasan website tetangga tentang Tan Sin Ko, berbunyi:
"Selama ini, makam yang oleh warga sekitar hanya disebut sebagai makam Singseh itu, tidak terawat dan ditumbuhi semak belukar. “Bahkan tahun 1998, menurut warga sekitar, Granit Bong Pai dan Tok Pai makam ini dijarah orang untuk dijual,“ terang dia.
Saat pencarian, tim Pawala sempat nyaris keliru, karena mendatangi sebuah makam China tua yang juga berada di Desa Dorokandang. Beruntung tim Palawa bertemu dengan Forum Komunikasi Masyarakat (Fokmas) Lasem yang menunjukkan makam asli Singseh Tan Sin Ko.
“Setelah 200 tahun lebih hilang dan baru ditemukan beberapa hari ini, kami bertekad untuk memugar makam ini agar menjadi lebih baik. Kami berharap Pemerintah bisa membantu menetapkan Singseh sebagai Pahlawan Nasional dan membangunkan infrastruktur jalan menuju makam yang masih kurang memadai ini,“ kata Prayogo, Ketua Pelaksana Pemugaran Makam Singseh.
Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dinbudparpora) Kabupaten Rembang Sunarto yang hadir Sabtu kemarin berjanji meneruskan aspirasi Pawala, kerabat Mangkunegaran dan warga Lasem itu ke Pemkab. “Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar aspirasi Palawa, kerabat Mangkunegaran dan warga Lasem untuk pembangunan makam dan infrastruktur diterima dan direalisasikan Pemerintah,“ tegas dia."
Nah itulah situs Pertama yang dikunjungi, selanjutnya ada di postingan selanjutnya....
(iki ceritane 'bersambung' cah.... hehehe)
[gss]
Dari Lasem, salam kami untuk Dunia.
Lasem Creative Heritage Society
Lasem Creative Heritage Society






Tidak ada komentar:
Posting Komentar